SEJARAH DESA BELAYAN
Sejarah Desa
Belayan
Desa
Belayan memiliki sejarah yang berawal dari perpindahan penduduk dari wilayah
Lumbis di sepanjang Sungai Sembakung. Perpindahan tersebut berlangsung dalam
dua tahap, yaitu pada tahun 1926 hingga 1927. Masyarakat yang hingga saat ini
menetap di Desa Belayan merupakan keturunan dari penduduk asli yang melakukan
perpindahan tersebut.
Pada
masa awal pembentukannya, jumlah penduduk Desa Belayan masih relatif sedikit
dan hanya terdiri atas beberapa kepala keluarga. Seiring berjalannya waktu,
jumlah penduduk terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan penduduk
serta perkembangan wilayah.
Secara
administratif, Desa Belayan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah
Kabupaten Malinau. Desa ini terletak di tepi Sungai Semendurut dengan
batas-batas wilayah sebagai berikut:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Lumbis;
- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Salap dan Desa Seruyung;
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Putat; dan
- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kelapis.
Sebelum
menjadi Desa Belayan, wilayah ini terdiri atas dua desa, yaitu Desa Luba dan
Desa Selidung. Dalam rangka penataan wilayah pemerintahan, pada tahun 2005
kedua desa tersebut secara resmi digabungkan menjadi satu desa dengan nama Desa
Belayan.
Nama
Belayan berasal dari nama bekas perkampungan leluhur masyarakat
setempat. Di lokasi tersebut hingga saat ini masih dapat dijumpai berbagai
jenis pohon buah-buahan yang merupakan peninggalan nenek moyang. Sebagai bentuk
penghormatan terhadap sejarah serta warisan budaya masyarakat, nama Belayan
kemudian ditetapkan sebagai nama desa dan terus digunakan hingga sekarang.
Sejak
awal berdirinya, masyarakat Belayan membuka lahan sebagai kawasan permukiman
sekaligus lahan pertanian. Mayoritas penduduk berasal dari Suku Dayak Tenggalan
yang secara turun-temurun menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian serta
pemanfaatan hasil hutan. Hasil hutan yang menjadi sumber mata pencaharian
masyarakat antara lain gaharu, rotan, dan damar.
Seiring
dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan ekonomi, kegiatan usaha
masyarakat Desa Belayan juga mengalami kemajuan. Selain tetap mengandalkan
sektor pertanian, masyarakat mulai mengembangkan perkebunan karet dan kelapa
sawit yang kini menjadi salah satu sumber penghasilan utama. Di samping itu,
sebagian masyarakat memiliki keterampilan dalam membuat berbagai kerajinan
anyaman berbahan baku rotan dan bambu. Kerajinan tersebut masih dikelola secara
mandiri dalam skala rumah tangga sebagai upaya melestarikan kearifan lokal
sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dengan
sejarah yang panjang serta kekayaan budaya yang dimilikinya, Desa Belayan terus
berkembang sebagai desa yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, budaya, dan
kearifan lokal. Pemerintah desa bersama seluruh masyarakat berkomitmen untuk
terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi sumber
daya alam dan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Daftar Kepala Desa Belayan
|
No. |
Nama Kepala
Desa |
Masa
Jabatan |
|
1 |
Tumin |
2004–2009 |
|
2 |
Tumin |
2009–2017 |
|
3 |
Tumin |
2017–2023 |
|
4 |
Midun Haris |
2023–2029 |
Baca juga:
PELATIHAN MANAJEMEN DAN BRANDING PRODUK
PELATIHAN MANAJEMEN DAN BRANDING PRODUK